Budidaya | Informasi Budidaya | Budidaya Perikanan | Peternakan | Kelautan | Budidaya Ikan | Budidaya Lobster | Budidaya Cupang | Budidaya Ikan Hias | Wirausaha | Sentra Budidaya | Bisnis Terapan | Pengembangan Perikanan | Pengembangan Peternakan | Budidaya Tanaman | Pengembangbiakan | Perikanan | Peternakan | Pertanian | Perkebunan | Pengembangan Pertanian | Pengembangan Perkebunan | Agrobisnis | Batik | Baju Batik | jamur | Cucak Rowo | Sidat | Lohan | Ikan Hias | Love Bird | Cendet | Murai
Rembang-Capaian pelaksanaan program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri pedesaan (PNPMMP) di Kabupaten Rembang terus menunjukan trend meningkat. Terbukti aset dan laba keuangan yang dikelola unit pengelola kegiatan (UPK) tidak ada yang minus bahkan sudah ada tiga UPK memiliki gedung perkantoran baru yaitu di Kecamatan Kaliori, Sumber dan Pancur.
Kabid Pemberdayaan Masyarakat Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Rembang, Slamet Haryanto menjelaskan, sampai dengan bulan Oktober aset UPK berjumlah sekira Rp 38,8 milyar atau naik sekitar 31,5 % dibanding periode tahun sebelumnya sekira Rp 28 milyar. Seluruhnya digunakan untuk melayani perguliran kelompok simpan pinjam khusus perempuan, total 2.890 unit.
Menurut Slamet Haryanto, aset terbanyak dibukukan UPK Kecamatan Kaliori sejumlah Rp 4,46 milyar, sedangkan paling sedikit yakni UPK Gunem dengan jumlah Rp 2,1 milyar. Adapun target laba tahun ini sebanyak Rp 5,027 milyar telah dicapai 94% atau sekira Rp 4,729 milyar. Realisasi laba tertinggi dicapai UPK kecamatan Sumber sekira Rp 649 juta dan paling sedikit UPK Pamotan sekira Rp 191 juta, dimana laba yang terkumpul diperuntukan penambahan mdal, bantuan sosial bagi rumah tangga miskin dan penguatan kelembagaan, dimana semua pelaksanaan bergantung hasil musyawarah antar desa di masing-masing kecamatan penerima PNPMMD.
Slamet Heryanto menambahkan, dalam pelaksanaan PNPMMD tahun 2011 sampai dengan bulan Oktober berhasil dihimpun dana swadaya masyarakat sekira Rp 652 juta, paling tinggi Kecamatan Sedan sekira Rp 131 juta dan terendah di Kecamatan Pancur sebesar Rp 6 juta. Jumlah tenaga kerja yang terserap dalam PNPMMP ada 6.167 orang dari 5.375 rumah tangga miskin di Kabupaten Rembang.
Kabupaten Rembang dalam pelaksanaan PNPMMP tahun 2011 mendapat alokasi anggaran Rp 24,8 milyar, bersumber dari APBN atau biasa dinamakan Dana Urusan Bersama (DUB) sebesar Rp 19,8 milyar dan selebihnya Rp 5 milyar dari APBD atau biasa disebut Dana Daerah Urusan Bersama (DDUB). Pada bulan November ini menerima tambahan anggaran Rp 3,7 milyar berupa PNPMMP Pola Khusus Penangana Dampak Krisis melalui DIPA perubahan tahun 2011, didistribusikan untuk 6 kecamatan meliputi Kaliori, Bulu, Sluke, Kragan, Sarang dan Sedan.
0 comments:
Post a Comment